Kamis, 12 April 2012

MLM??? kenapa harus Oriflame? dan kenapa harus bersama boss family? :)


Share
Hay hay hay! selamat pagi readerssss... hehehe
Ga berasa ya udah jumat aja.. weekend nih ya.. Pagi ini aku mau sharing tentang MLM.. dan KENAPA HARUS ORIFLAME? :)


1. Perusahaan Oriflame sudah 45 tahun di Indonesia
Hari gini makin banyak ya MLM bertebaran dimana2.. nah,kalo mau bisnis MLM liat2 dulu perusahaanya.. jangan asal ikut... nanti udah ikut, eh tiba2 perusahaanya kolaps. hehe. Nah Oriflame ini sendiri, udah ada di Indonesia selama 25 tahun.. lama ya? dan alhamdulillah ga pernah bangkrut.. stabil.. Oriflame Indonesia juga punya 14 cabang di kota2 besar Indonesia dan Oriflame ini perusahaan kecantikan berbasis penjualan langsung terbesar di Eropa dan sudah hadir di 63 negara. Jadi ga usah ragu lagi join Oriflame.. dari sabang sampai merauke cabangnya ada hehehe (kalopun ga ada pasti ada terdekatnya) .



2. Produk
Pasti udah pernah deh liat katalog Oriflame.. yakan? atau paling ngga produknya. Oriflame itu produk kosmetik alami yang berasal dari Swedia. Dan ada 950 produk dan selalu ada produk baru setiap bulannya,Oriflame juga produk yang bisa masuk ke siapa aja.. alias pangsa pasar nya luas.. ga mengenal usia/gender.. makanya di jaringanku semua usia ada deh hehehe, cewe cowo juga ada :) udahgitu produk nya mudah dijual, dan repeat order nya tinggi.. namanya juga barang yang habis pakai.. jadi kalo habis orang pasti beli lagi dong? :D gimana makin yakin kan kalo Oriflame itu MUDAH.


3. Plan/sistem
Sistem Oriflame itu gabungan antara Direct Selling (penjualan langsung) sama MLM (Multi Level Marketing) . Jadi, dari jualan aja kita udah dapet keuntungan langsung karena kita sbg distributor langsung kasih barang ke konsumen.. nah kalo sistem MLM nya itu yag disebut bisnisnya dan dapet gaji perbulan (untuk info lebih lanjut hub aku ya ). Dan sistem Oriflame sangat amat MUDAH di duplikasi, malah wajib di duplikasi.. hehehe. Jadi wajib banget nyontek upline kalo mau naik level dan sukses :)))


4.People
Nah ini sama yang kaya tadi udah aku singgung.. Oriflame ini pangsa pasarnya luas.. siapapun bisa ikut yang penting syaratnya cuma punya KEMAUAN. udah itu aja. Dan disini tepatnya di Boss Family bener2 di support baik online maupun offline... Jadi ga cuma join trus udah. tapi join terus dibantuin deh sampe sukses :)) ada training2 nya setiap sabtu atau minggu, ada acara bulanannya, ada jalan2 nya.. duh seru deh pokoknya... dan itu training2nya GRATIS! asik kan? kurang di support apalagi? hihihihi.
Jadi tunggu apalagi? yuk ikutan Oriflame yang pastinya bareng sama Boss Family :))

RENCANAKAN SUKSES ANDA BERSAMA BOSS FAMILY :)
Good Morning... pagi ini mau ngepost tentang promo barunya Oriflame ahhh.. yuk bisnis mumpung daftar/gabung lagi gratis.. mumpung lagi banyak promo... ga usah nunggu ntar2 daftarnya, ga usah bingung.. ga usah nunggu kepepet.. hehehe
ORIFLAME is SIMPLE bisnis! nih caranya..
tuh gitu doang... keliatan ngga? nih ya aku jelasin.. jadi caranya cuma bayar pendaftaran 39.900 perak ( bisa transfer ke aku atau bayar ditempat pada saat starterkit dateng) terus jangan lupa syarat pendaftaran.. cuma fotokopi ktp/sim bagi yang belum punya alias masih di bawah 17 tahun, persyaratannya cuma fotokopi kartu pelajar + ftkp ktp orang tua (boleh aya atau ibu) + surat izin dari orang tua yang isinya mengizinkan kamu menjadi member Oriflame. gampang kan?
tadi katanya daftarnya GRATIS ? gimana sih caranya...
jadi,setelah bayar pendaftaran 39.900 + persyaratan lengkap kan dapet tuh starterkit, nah didalem starterkit, ada 2 buah katalog GRATIS,coba deh tawarin ke temen2,tetangga,siapapun yang berwujud manusia hehehe untuk cobain produk Oriflame.. dijamin ngga nyesel.. dari katalog tersebut, kumpulin belanjaan sebanyak 175.000 rupiah aja... setelah itu orderin ke Oriflame (tinggal telfon barang dianter)

Selasa, 03 April 2012

tugas softskill artikel minggu 1

BAB 1 dan 2
(Latar Belakang dan Peranan Komunikasi dalam Dunia Bisnis)


1.Latar Belakang Penyelenggaraan Komunikasi dengan pasar

Komunikasi merupakan hal yang fundamental didalam kehiupan sehari-hari. Sebagai makhluk social, berkomunikasi itu merupakan hal penting untuk berhubungan antara satu dengan yang lainya.. dalam hal ini komunikasi dengan pasar sangat diperlukan karena bagi para pengusaha yang menginginkan proses produksinya berjalan dengan lancar maka diperllukan komunikasi yang baik dengan pihak lain.
Dalam lingkungan bisnis, ada aneka sarana komunikasi perdagangan yang dapat dipergunakan para pengusaha untuk berkomunikasi dengan masyarakat konsumen. Sarana-sarana komunikasi perdagangan yang tersedia antara lain adalah dalam wujud pengiriman surat, pengiriman kawat, percakapan telepon, kunjungan pribadi dan lain-lain.
Dalam kehidupan bisnis dalam era globalisasi dan perdaangan bebas saat ini, informasi mengalir dari dalam dan luar perusahaan melalui batas-batas wilayah dan Negara. Oleh karena itu sangatlah penting bagi pimpinan dan pegawai perusahaaan untk selalu meningkatkan ketrampilanya didalam berkomunikasi, khususnya berkomunikasi dalam dunia bisnis ( pasar)

2.Konsep Dasar dan Peranan Komunikasi
Komponen komunikasi adalah hal-hal yang harus ada agar komunikasi bisa berlangsung dengan baik. Menurut Laswell komponen-komponen komunikasi adalah:
Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.
Saluran (channel) adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan. dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara.
Penerima atau komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain
Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.
Aturan yang disepakati para pelaku komunikasi tentang bagaimana komunikasi itu akan dijalankan ("Protokol")
Komponen komunikasi hampir sama dengan unsur-unsur komunikasi, yaitu :
komponen komunikan;
komponen komunikator;
komponen pesan;
komponen umpan balik.

(1) Komponen komunikan
Seseorang dapat dan akan menerima pesan apabila dalam kondisi sebagai berikut: - pesan komunikasi benar-benar dimengerti oleh penerima pesan
- pengambilan keputusan dilakukan secara sadar untuk mencapai tujuan
- pengambilan keputusan dilakukan secara sadar untuk kepentingan pribadinya

(2) Komponen komunikator
Komunikasi dapat berjalan efektif bila : adanya kepercayaaan dalam diri komunikator (self credibility) dan kepercayaan kepada komunikator mencerminkan pesan yang diterima komunikan dianggap benar serta sesuai kenyataan dan daya tarik komunikator (source attractiviness).

(3) Komponen pesan
Pesan dapat berupa nasehat, bimbingan, dorongan, informasi dll. Pesan dapat disampaikan lisan maupun non verbal.
(4) Umpan balik
Merupakan respon yang diberikan oleh komunikan terhadap pesan yang diterimanya. Umpan balik dapat digunakan untuk mengukur besarnya informasi yang diterima dibandingkan dengan yang diterima.

3.Tujuan Komunikasi

1.Merangsang pemikiran pihak penerima untuk memikirkan pesan dan rangsang yang ia terima, supaya gagasan tersebut dapat diterima orang lain dengan pendekatan persuasif, bukan memaksakan kehendak.
2.Melakukan suatu tindakan yang selaras sebagaimana diharapkan dengan adanya penyampaian pesan tersebut yaitu untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.
3.Memahami orang lain, kita sebagai komunikator harus mengerti benar aspirasi masyarakat tentang apa yang diinginkan, jangan mereka menginginkan kemauannya.
4.Memberikan berbagai informasi pada masyarakat tujuan akhirnya supaya masyarakat mau berubah pendapat dan persepsinya terhadap tujuan informasi itu disampaikan, misalnya dalam informasi mengenai pemilu.

4.Komponen-komponen Komunikasi
Beberapa komponen komunikasi meliputi :
a.Komunikator / Communication yaitu subyek yang menerima pesan / informasi atau berita.
b.Komunikan / Communicate yaitu subyek yang menerima / dituju berita yang dikirimkan.
c.Pesan / berita / warta (message).
d.Respon / response yaitu tanggapan.
e.Media / tool / technology yaitu alat yang dipergunakan untuk menyampaikan warta / pesan.
Menurut Laswell komponen-komponen komunikasi adalah:
Sosial-psikoilogis
Meliputi, misalnya tata hubungan status di antara mereka yang terlibat, peran yang dijalankan orang, serta aturan budaya masyarakat di mana mereka berkomunikasi.
Sumber-Penerima
Kita menggunakan istilah sumber-penerima sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan untuk menegaskan bahwa setiap orang yang terlibat dalam komunikasi adalah sumber (atau pembicara) sekaligus penerima (atau pendengar).
Enkoding-Dekoding
Dalam ilmu komunikasi kita menamai tindakan menghasilkan pesan (misalnya, berbicara atau menulis) sebagai enkoding (encoding). Dengan menuangkan gagasan-gagasan kita ke dalam gelombang suara atau ke atas selembar kertas, kita menjelmakan gagasan-gagasan tadi ke dalam kode tertentu. Jadi, kita melakukan enkoding.

Kompetensi Komunikasi
Kompetensi komunikasi mengacu pada kemampuan anda untuk berkomunikasi secara efektif (Spitzberg dan Cupach, 1989). Kompetensi ini mencakup hal-hal seperti pengetahuan tentang peran lingkungan (konteks) dalam mempengaruhi kandungan (content) dan bentuk pesan komunikasi (misalnya, pengetahuan bahwa suatu topik mungkin layak dikomunikasikan kepada pendengar tertentu di lingkungan tertentu, tetapi mungkin tidak layak bagi pendengar dan lingkungan yang lain).
Pesan
Pesan komunikasi dapat mempunyai banyak bentuk.. Walaupun biasanya kita menganggap pesan selalu dalam bentuk verbal (lisan atau tertulis), ini bukanlah satu-satunya jenis pesan. Kita juga berkomunikasi secara nonverbal (tanpa kata).
Saluran
Saluran komunikasi adalah media yang dilalui pesan. Jarang sekali komunikasi berlangsung melalui hanya satu saluran, kita menggunakan dua, tiga, atau empat saluran yang berbeda secara simultan.
Umpan Balik
Umpan balik adalah informasi yang dikirimkan balik ke sumbernya. Umpan balik dapat berasal dari anda sendiri atau dari orang lain. Dalam diagram universal komunikasi tanda panah dari satu sumber-penerima ke sumber-penerima yang lain dalam kedua arah adalah umpan balik.

5.Komunikasi Tatap Muka
Komunikasi tatap muka adalah komunikasi yang secara langsung terjadi antara face to face tanpa alat bantuan. Komunikasi tatap muka ini sangat penting dalam berbisnis
. Tujuan dari komunikasi tatap muka antara lain :
Mengerti akan pentingnya komunikasi tatap muka dalam memecahkan masalah.
Mengerti kapan komunikasi tatap muka lebih tepat digunakan dalam menyelesaikan masalah.
Mengerti tentang komponen-komponen pokok agar komunikasi tatap muka menjadi baik.
Dapat mengembangkan ketrampilan dalam meningkatkan komunikasi tatap muka.
Mempelajari konsep-konsep pokok komunikasi tatap muka menjadi lebih baik






Daftar Pustaka :

1.www.google.com
2.Dewi, sutrisna.2006. Komunikasi Bisnis, yogyakarta : Andi.
3.Sri nawangsari, komunikasi bisnis ( buku paket), gunadarma, depok, 1997.

Rabu, 28 Maret 2012

Analisis yang saya dapatkan adalah: • Yang membuat spanduk ini adalah dari pihak Bank BRI • Di tujukan untuk seluruh warga masyarakat yang bertempat tinggal dekat dengan Bank BRI itu sendiri,warga yang melewati bank dan terutama kpd nasabah-nasabah bank bri • Isi iklannya adalah memberitaukan kemudahan fasilitas yang ditawarkan bank bri khusus yang sudah menjadi nasabah bank bri bisa dengan mudah bertransaksi pembayaran listrik PLN,FIF,membayar kredit motor OTO,pembayaran telepon dgn Telkom,kartu hallo,dll

Spanduk penerimaan mahasiswa baru Universitas Gunadarma

Gambar di atas merupakan gambar spanduk Universitas Gunadarma yang menginformasikan bahwa Universitas Gunadarma menerima mahasiswa baru, spanduk tersebut di pasangkan di depan kampus Universitas Gunadarma kampus E Kelapa Dua. Selain di kampus E kelapa Dua juga spanduk tersebut terpasang juga di kampus D Margonda Depok, pemasangan spanduknya sangat strategis karena letaknya yang berada di depan halaman kampus sehingga orang yang memasuki kampus langsung bisa melihat dengan jelas spanduk itu. Selain itu ukuran spanduk yang lumayan besar dan tulisannya yang jelas memudahkan orang untuk membacanya. Warna pada sebuah spanduk tersebut sangatlah penting karna tidak terlalu mencolok dimata sehingga tidak enak dipandang dan supaya memudahkan diingat spanduk tersebut. Pewarnaan dan tempat pemasangan yang tidak sesuaipun akan mempengaruhi penglihatan yang kurang baik. Misalnya, sebuah spanduk yang berwana hijau bertuliskan warna kuning ditempatkan di sebuah taman atau halaman yang banyak pohon yang rindang. Warna pepohonan yang hijau dan spanduk hijau akan mempengaruhi penglihatan karena terlalu banyak warna yang sama. Tulisan berwarna biru yang banyak pada spanduk juga dapat membuat penglihatan pedih. Maka dari itu diperlukan pemilihan warna yang cermat dalam membuat spanduk untuk menciptakan spanduk yang indah dipandang. Dalam spanduk Universitas Gunadarma diatas pemilihan warnanya bervariasi dan warna ungu tersebut merupakan warna ciri khas gunadarma itu sendiri. Pada spanduk tersebut tidak ada warna hijau, hal ini sangat baik karena spanduk tersebut dipasang di halaman kampus yang banyak ditumbuhi pepohonan hijau. Warna biru pada spanduk tersebut tidak terlalu mencolok kemata karena tulisan yang berwarna biru sedikit dan ukuran tulisannya cukup besar. Sedangkan untuk tulisan yang banyak dan kecil pada tulisan “Tempat pendaftaran Universitas Gunadarma....dll” menggunakan warna kuning. Pada tulisan “Call Center 021-78881144” dibuat dengan ukuran besar yang memudahkan orang untuk membacanya dan diberi warna merah untuk mempermudah melihat karena warna merah mencipatakan warna terang namun tidak membuat mata pedih. Jika pada spanduk dipasangkan gambar juga haruslah sesuai dengan isi spanduk yang akan diinformasikan. Logo Universitas Gunadarma yang berwarna ungu juga menghiasi isi spanduk diatas. Tujuannya adalah untuk menunjukkan ini logo Gunadarma yang berwana ungu dan ada obornya. Background pada spanduk dipasang foto mahasiswa Universitas Gunadarma. Untuk menggambarkan kegiatan yang ada didalam kampus tersebut. Foto mahasiswa yang berpose tertawa menggambarkan bahwa mahasiswa-mahasiswa tersebut senang kuliah dikampus itu, hal ini sesuai dengan isi pada spanduk tersebut. Tulisan pada spanduk juga harus dipilih dengan cermat. Sebaiknya tulisannya tidak terlalu banyak, langsung pada inti yang akan diinformasikan. Karena orang pada umumnya lebih mudah mengingat kata-kata yang sedikit dari pada kata-kata yang banyak mudah lupa :D. Bentuk tulisan dan ukuran yang digunakan pada sebuah spanduk juga sangat mempengaruhi penglihatan. Jadi diperlukan keserasian antara bentuk tulisan dan ukuran agar mudah dibaca. lalu kalau tadi saya sudah membahas penempatan spanduk dan warna pada spanduk diatas, sekarang saya akan membahas tulisan yang digunakan pada spanduk tersebut. Keserasian anatara bentuk tulisan pada spanduk diatas sudah sangat baik. Tulisannya dibuat dengan bentuk tulisan yang mudah dilihat dan ukurannya yang besar semakin memudahakan untuk dibaca. Kata-kata yang digunakan juga sesuai dengan informasi spanduk, langsung pada inti informasi yang ingin disampaikan. Sangat jelas sekali pada tulisan di spanduk itu menerangkan bahwa Universitas Gunadarma menerima mahasiswa baru untuk tahun akademik 2012-2013. Jika muncul pertanyaan “dimakah daftarnya?” bagi pembaca, di spanduk tersebut juga dijelaskan dengan rinci yaitu di Jl. Margonda Raya No. 100, Pondok Cina Depok dan di Jl. Akses Kelapa Dua, Cimanggis. Dicantumkan juga hari pendaftarannya pada hari Senin-Sabtu, pukul 09.00-16.00 WIB. Website Universitas Gunadarma juga dicantumkan pada spanduk tersebut, hal ini untuk menunjukan kepada pembaca bahwa pembaca bisa melihat informasi lebih detailnya lagi melalui website itu. Adapula informasi mengenai pendaftaran online. Karena tujuan spanduk ini adalah penerimaan mahasiswa baru jadi Universitas Gunadarma mencantumkan web untuk pendaftaran online. Telepon Universitas Gunadarma tidak ketinggalan dicantumkan di spanduk tersebut. Tujuannya mempermudahkan pembaca atau peminat untuk mencari informasi labih detailnya lagi melalui telepon. Pada umumnya informasi yang ingin disampaikan pada spanduk di atas adalah penerimaan mahasiswa baru, dan informasi itu sudah sangat jelas digambarkan pada spanduk tersebut. Spanduk diatas sebagai contoh yang menurut saya merupakan spanduk yang baik. Karena adanya keserasaian bentuk dan ukuran tulisan. Pemaduan warna yang sudah baik dan lokasi penempatan spanduknya juga tepat. Dan yang lebih penting informasi yang disampaikan baik dan tidak bertele-tele. Spanduk merupakan salah satu media komunikasi antara pemberi informasi dengan masyarakat luas. Agar komunikasinya berjalan dengan mudah maka informasi yang disampaikan haruslah jelas. Pemilihan warna dan penempatan spanduk juga harus diperhatikan. Jadi harus cermat yaa dalam membuat spanduk.

Sabtu, 19 November 2011

mencari cinta sejati

MENCARI CINTA SEJATI

Jika Ia sebuah Cinta
jika ia sebuah cinta…..ia tidak mendengar…namun senantiasa bergetar….
jika ia sebuah cinta…..ia tidak buta..namun senantiasa melihat dan merasa..
jika ia sebuah cinta…..ia tidak menyiksa..namun senantiasa menguji..
jika ia sebuah cinta…..ia tidak memaksa..namun senantiasa berusaha..
jika ia sebuah cinta…..ia tidak cantik..namun senantiasa menarik..
jika ia sebuah cinta…..ia tidak datang dengan kata-kata..namun senantiasa menghampiri dengan hati..
jika ia sebuah cinta…..ia tidak terucap dengan kata..namun senantiasa hadir dengan sinar mata..
jika ia sebuah cinta…..ia tidak hanya berjanji..namun senantiasa mencoba
memenangi..
jika ia sebuah cinta…..ia mungkin tidak suci..namun senantiasa tulus..
jika ia sebuah cinta…..ia tidak hadir karena permintaan..namun hadir karena ketentuan…
jika ia sebuah cinta…..ia tidak hadir dengan kekayaan dan kebendaan…
namun hadir karena pengorbanan dan kesetiaan…
Perlakukan setiap cinta seakan cinta terakhirmu, baru kamu akan belajar cara memberi.
Perlakukan setiap hari seakan hari terakhirmu, baru kamu akan belajar cara menghargai.
Jangan pernah menyerah, ingatlah bahwa kasih yang paling indah dan sukses yang terbesar, mengandung banyak resiko. Yakinlah pada dirimu ketika kamu berkata : Aku mencintaimu

Minggu, 06 November 2011

WAKTU DOA YANG MUSTAJAB

WAKTU WAKTU DOA MUSTAJAB

Berdoa dianjurkan kapan saja. Tetapi ada saat-saat istimewa. Kapan?

1. Waktu sepertiga malam terakhir saat orang lain terlelap dalam tidurnya. Allah SWT berfirman:
“…Mereka (para muttaqin) sedikit sekali tidur di waktu malam, dan di akhir malam, mereka memohon ampun (kepada Allah).”(QS. Adz-Dzariyat: 18-19).

Rasulullah SAW bersabda:
“Rabb (Tuhan) kita turun di setiap malam ke langit yang terendah, yaitu saat sepertiga malam terakhir, maka Dia berfirman : Siapa yang berdoa kepadaKu maka Aku kabulkan, siapa yang meminta kepadaKu maka Aku berikan kepadanya, dan siapa yang meminta ampun kepadaKu maka Aku ampunkan untuknya”. (HR. Al-Bukhari no. 1145, 6321 dan Muslim no. 758).

Dan Amr bin Ibnu Abasah mendengar Nabi SAW bersabda:
“Tempat yang paling mendekatkan seorang hamba dengan Tuhannya adalah saat ia dalam sujudnya dan jika ia bangun melaksanakan shalat pada sepertiga malam yang akhir. Karena itu, jika kamu mampu menjadi orang yang berdzikir kepada Allah pada saat itu maka jadilah.” (HR. At-Tirmidzi, Ahmad dan di-shahih-kan oleh At-Tirmidzi, Al-Hakim, Adz-Dzahabi, dan Al-Albani).

2. Waktu antara adzan dan iqamah, saat menunggu shalat berjama’ah. Sayangnya waktu mustajab ini sering disalahgunakan sebagian umat Islam yang kurang mengerti sunnah atau oleh orang yang kurang menghargai sunnah, sehingga diisi dengan hal-hal yang tidak baik dan tidak dianjurkan Islam, membicarakan urusan dunia, atau hal-hal lain yang tidak bernilai ibadah.

Hal-hal semacam ini sangat merugikan pelakunya karena tidak mengikuti sunnah Nabi SAW dengan sempurna.

Ketentuan waktu ini berdasarkan hadits Anas bin Malik RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:
“Doa itu tidak ditolak antara adzan dan iqamah, maka berdoalah!” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban, shahih menurut Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan menurut Al-Arnauth dalam Jami’ul Ushul).

Juga berdasarkan hadits Abdullah bin Amr Ibnul Ash RA, bahwa ada seorang laki-laki berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya para muadzin itu telah mengungguli kita”, maka Rasulullah SAW bersabda: “Ucap-kanlah seperti apa yang diucapkan oleh para muadzin itu dan jika kamu selesai (menjawab), maka memohonlah, kamu pasti diberi.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Hibban, di-hasan-kan oleh Al-Arnauth dan Al-Albani).

3. Pada waktu sujud. Yaitu sujud dalam shalat atau sujud-sujud lain yang diajarkan Islam. Seperti sujud syukur, sujud tilawah dan sujud sahwi. Dalilnya adalah hadits Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:
“Keberadaan hamba yang paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika ia dalam keadaan sujud, maka perbanyaklah doa.” (HR. Muslim).

Dan hadits Ibnu Abbas RA, ia berkata : “Rasulullah SAW membuka tabir (ketika beliau sakit), sementara orang-orang sedang berbaris (shalat) di belakang Abu Bakar RA, maka Rasulullah SAW bersabda:
“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya tidak tersisa dari mubasysyirat nubuwwah (kabar gembira lewat kenabian) kecuali mimpi bagus yang dilihat oleh seorang muslim atau diperlihatkan untuknya. Ingatlah bahwasanya aku dilarang untuk membaca Al-Qur’an ketika ruku’ atau ketika sujud. Adapun di dalam ruku’, maka agungkanlah Allah dan adapun di dalam sujud, maka giat-giatlah berdoa, sebab (hal itu) pantas dikabulkan bagi kalian.” (HR. Muslim).

4. Setelah shalat fardlu. Yaitu setelah melaksanakan shalat-shalat wajib yang lima waktu, termasuk sehabis shalat Jum’at. Allah berfirman:
“Dan bertasbihlah kamu kepada-Nya di malam hari dan selesai shalat.” (QS. Qaaf: 40).

Juga berdasarkan hadits Umamah Al-Bahili, ia berkata : “Rasulullah SAW ditanya tentang doa apa yang paling didengar (oleh Allah), maka beliau bersabda: “Tengah malam terakhir dan setelah shalat-shalat yang diwajibkan.” (HR. At-Tirmidzi, ia berkata: hadist ini hasan).

Karena itu Imam Syafi’i dan para pengikutnya berkata, dianjurkan bagi imam dan makmumnya serta orang-orang yang shalat sendirian memper-banyak dzkir, wirid dan doa setelah selesai shalat fardhu. Dan dianjurkan membaca dengan pelan, kecuali jika makmum belum mengerti maka imam boleh mengeraskan agar makmum menirukan. Setelah mereka mengerti, maka semua kembali pada hukum semula yaitu sirri (samar-samar). (Syarh Muhadzdzab, III/487).

5. Pada waktu-waktu khusus, tetapi tidak diketahui dengan pasti batasan-batasannya. yaitu sesaat di setiap malam dan sesaat setiap hari Jum’at. Hal ini berdasarkan hadist Jabir RA, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya di malam hari ada satu saat (yang mustajab), tidak ada seorang muslim pun yang bertepatan pada waktu itu meminta kepada Allah kebaikan urusan dunia dan akhirat melainkan Allah pasti memberi kepadanya.” (HR. Muslim).

Hadits Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW pernah menyebut hari Jum’at, beliau bersabda:
“Di dalamnya ada satu saat (yang mustajab) tidaklah seorang hamba muslim yang kebetulan waktu itu sedang mendirikan shalat (atau menunggu shalat) dan memohon kepada Allah sesuatu (hajat) melain-kan Allah pasti mengabulkan permo-honannya.” dan Nabi mengisyaratkan dengan tangannya akan sedikitnya saat mustajab itu. (HR. Al-Bukhari).

Di dalam hadist Muslim dan Abu Dawud dijelaskan: “Yaitu waktu antara duduknya imam (khatib) sampai selesainya shalat (Jum’at)”. Inilah riwayat yang paling shahih dalam hal ini. Sedangkan dalam hadist Abu Dawud yang lain Nabi memerintahkan agar kita mencarinya di akhir waktu Ashar.

An-Nawawi rahimmahullah menjelaskan bahwa para ulama berselisih dalam menentukan saat ijabah ini menjadi sebelas pendapat. Yang benar-benar saat ijabah adalah di antara mulai naiknya khatib ke atas mimbar sampai selesainya imam dari shalat Jum’at. Hal ini berdasarkan hadist yang sangat jelas dalam riwayat Muslim di atas.

Imam An-Nawawi rahimmahullah melanjutkan: “Adapun hadist yang berbunyi: ‘Carilah saat itu pada akhir sesudah Ashar’ (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i dengan sanad shahih), maka hal ini memberi kemungkinan bahwa saat ijabah itu bisa berpindah-pindah, kadang-kadang di saat ini, kadang-kadang di saat itu seperti halnya lailatul qadar.”

Imam Ahmad rahimmahullah berkata: “Kebanyakan ahli hadits menyatakan saat itu adalah setelah Ashar dan diharapkan setelah tergelincirnya matahari.” Lain dengan Ibnu Qayyim. Beliau menjadikannya sebagai dua waktu ijabah yang berlainan. Dalam Kitab Al-Jawabul Kafi beliau berkata:

“(Pertama), jika doa itu disertai dengan hadirnya kalbu dan totalitasnya dalam berkonsentrasi terhadap apa yang diminta, dan bertepatan dengan salah satu dari waktu-waktu ijabah yang enam itu, yaitu :

Sepertiga akhir dari waktu malam.
Ketika adzan.
Waktu antara adzan dan iqamah.
Setelah shalat-shalat fardlu.
Ketika imam naik ke atas mimbar pada hari Jum’at sampai selesainya shalat Jum’at pada hari itu.
Waktu terakhir setelah Ashar”.
(Kedua), jika doa tadi bertepatan dengan kekhusyu’an hati, merendahkan diri di hadapan Sang Penguasa. Menghadap kiblat, berada dalam kondisi suci dari hadats, mengangkat kedua tangan, memulai dengan tahmid (puji-pujian), kemudian membaca shalawat atas Muhammad. Lalu bertobat dan beristighfar sebelum menyebutkan hajat. Kemudian menghadap kepada Allah, bersungguh-bersungguh dalam memohon dengan penuh kefaqiran, dibarengi dengan rasa harap dan cemas. Dan bertawassul dengan asma dan sifatNya serta mentauhidkanNya. Lalu ia dahului doanya itu dengan sedekah terlebih dahulu, maka doa seperti itu hampir tidak tertolak selamanya. Apalagi jika memakai doa-doa yang dikabarkan Nabi SAW sebagai doa yang mustajab atau yang mengandung Al-Ismul-A’zham (Nama Allah Yang Mahabesar).” Ya Allah, kabulkanlah doa-doa kami.